BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saat ini, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD
untuk setiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah, misalnya IPA 2 jam
pelajaran, IPS 2 jam pelajaran, dan Bahasa Indonesia 2 jam pelajaran. Dalam
pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya
mempelajari materi yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Sesuai dengan
tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu
keutuhan, pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan
menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik.
Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka
implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka
pembelajaran terpadu sangat penting untuk dilaksanakan di tingkat sekolah
dasar, agar pembelajaran di kelas tidak monoton, menyenangkan serta bermakna
bagi kehidupan peserta didik. Salah satunya dengan
menggunakan berbagai macam model pembelajaran terpadu. Salah satunya adalah
model pembelajaran model webbed.
Berikut ini akan dibahas secara mendalam mengenai pembelajaran terpadu model webbed.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan
pembelajaran terpadu?
2.
Apa saja jenis pembelajaran
terpadu?
3.
Apa yang dimaksud dengan
pembelajaran terpadu model webbed?
4.
Bagaimana gambaran model webbed?
5.
Bagaimana karakteristik model webbed?
6.
Apa kelebihan model webbed dari model yang lain?
7.
Apa kekurangan model webbed dengan model yang lain?
8.
Bagaimana langkah-langkah
membuat model webbed?
9.
Bagaimana penerapan model webbed dalam pembelajaran?
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengetian
dari pembelajaran terpadu;
2.
Untuk mengetahui jenis-jenis
pembelajaran terpadu;
3.
Untuk mengetahui pembelajaran
terpadu model webbed;
4.
Untuk mengetahui gambaran
model webbed;
5.
Untuk mengetahui karakteristik
model webbed;
6.
Untuk mengetahui kelebihan
deri model webbed;
7.
Untuk mengetahui kekurangan
dari model webbed;
8.
Untuk mengetahui
langkah-langkah membuat model webbed;
9.
Untuk mengetahui penerapan
model webbed dalam pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TERPADU
Pembelajaran
terpadu merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran yang secara
sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar
mata pelajaran.
Pelaksanaan
pembelajaran terpadu pada dasarnya agar kurikulum itu bermakna bagi anak. Hal
ini dimaksudkan agar bahan ajar tidak digunakan secara terpisah-pisah, tetapi
merupakan suatu kesatuan bahan yang utuh dan cara belajar yang sesuai dengan
kebutuhan perkembangan siswa.
Jadi yang
dimaksud dengan pembelajaran terpadu adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran
yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intramata pelajaran
maupun antarmata pelajaran.
B. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN
TERPADU
1. Menurut Drake dan Burns
Menurut Drake & Burns
(2004:8) terdapat tiga pendekatan kurikulum terpadu yaitu multidisciplinary,
interdisciplinary, dan transdisciplinary.
a.
Pendekatan multi matapelajaran
terutama fokus pada mata
pelajaran. Penggunaan pendekatan ini dilakukan dengan mengorganisasi standar
dari matapelajaran di sekitar sebuah tema. Multi matapelajaran terdiri atas pendekatan intradisiplinari,
penggabungan/fusion, service learning (belajar melayani masyarakat), learning
centers/parallel disciplines; Unit berbasis tema (theme-based units).
b.
Pendekatan Antar-matapelajaran
(interdisciplinary)
Pendekatan antar-matapelajaran
dilakukan dengan menggorganisasi kurikulum di sekitar materi bersama antar mata
pelajaran. Pembelajaran dilakukan dengan mengidentifikasi potongan/irisan
konsep dan ketrampilan antar matapelajaran. Masing-masing mata pelajaran masih
teridentifikasi, namun agak samar dibanding pendekatan multi- matapelajaran.
c.
Pendekatan transdisciplinary
Pendekatan transdisiplinari
dilakukan dengan membangun kurikulum di sekitar pertanyaan dan perhatian siswa.
Siswa mengembangkan kecakapan hidup seperti yang diterapkan pada
interdisiplinari dan ketrampilan mata pelajaran dalam konteks kehidupan nyata.
2. Menurut Fogarty (1991)
Terdapat
sepuluh model kurikulum terpadu (integrated curriculum) dimulai dari
eksplorasi dengan mata pelajaran tunggal (within single disciplines)
yaitu model fragmented, connected, dan nested; terpadu
beberapa mata pelajaran (across several disciplines) yaitu model sequenced,
shared, webbed, threated, dan integrated); dioperasikan diantara
pebelajar sendiri yaitu model immersed; dan jejaring diantara pebelajar
yaitu model networked. Pembelajaran terpadu menurut
fogarty
a.
Model Fragmented
Model ini merupakan model
penggalan, yaitu memandang kurikulum dalam penggalan-penggalan mata pelajaran terpisah.
Tipikalnya kurikulum terbagi dalam pelajaran utama yaitu matematika, sains,
bahasa, dan ilmu sosial. Pendekatan fragmented dilakukan untuk memadukan
konsep-konsep dan kompetensi dalam satu mata pelajaran. Antar kompetensi
dipelajari secara bersamaan. Kompetensi mendengar, membaca, dan menulis dalam
pelajaran bahasa dilakukan secara bersamaan.
b.
Model Connected
Model connected
(terhubung) memandang mata pelajaran dengan menggunakan kaca pembesar (opera
glass, kaca pembesar yang dipakai oleh penonton opera yang hanya satu lensa),
menyediakan secara detil, seluk beluk/rinci, dan interkoneksi dalam satu mata
pelajaran.
c.
Model Nested
Model Nested atau model
sarang memandang kurikulum dari tiga dimensional kaca baca, sasaran dimensi
ganda dari pembelajaran. Tujuan pembelajaran tidak hanya pada mata pelajaran
semata, namun ada beberapa pemahaman dan/atau ketrampilan yang terkuasai.
d.
Model Sequenced
Model sequenced melihat
kurikulum menggunakan kaca-mata, lensa terbagi dalam dua bagian, namun
terhubung oleh sebuah bingkai atau frame. Topik atau mata pelajaran terpisah,
namun dapat dihubungkan dengan sebuah bingkai konsep yang menaungi topik atau
mata pelajaran tersebut.
e.
Model Shared
Model shared melihat kurikulum
menggunakan binoculars, menghubungkan dua mata pelajaran secara bersama untuk
melihat sebuah topik. Keterhubungan antar dua mata pelajaran diorganisasi
sehingga dapat dilakukan proses pembelajaran secara bersama-sama.
f.
Model Webbed
Model webbed atau jaring laba-laba melihat kurikulum menggunakan
teleskop, menangkap konstelasi pembuka dari mata pelajaran, yang membentuk
sebuah tema. Tema yang ditentukan menjadi langkah awal dalam melakukan pembelajaran.
Indikator masing-masing kompetensi ilmu dan pengetahuan terjabarkan dari tema
tersebut.
g.
Model Threaded
Model treaded melihat
kurikulum dengan menggunakan kaca pembesar (magnifying glass). Ide besar
diperbesar melalui semua isi dengan pendekatan kurikulum-meta (metacurricular).
Model ini menggabungkan ketrampilan berpikir, ketrampilan sosial, ketrampilan
belajar, mengelola grafik, teknologi, dan pendekatan kecerdasan ganda (multiple
intellegences).
h.
Model Integrated
model integrated (terpadu)
melihat kurikulum menggunakan kaleidoskop. Topik interdisiplin (antar mata
pelajaran) ditata kembali diantara konsep yang sama/mirip dan munculnya pola
dan rancangan. Melalui pendekatan antar matapelajaran, model integrated
memadukan/mencampurkan empat mata pelajaran utama dengan menemukan persamaan
ketrampilan, konsep, dan sikap pada keseluruhannya.
i.
Model Immersed
Model immersed melihat
kurikulum menggunakan mikroskop. Melalui cara masing-masing keseluruhan konten
disaring dengan menggunakan lensa ketertarikan dan keahlian yang dimiliki.
Dengan menggunakan model ini, pebelajar sedikit atau sama sekali tidak ada
intervensi atau bantuan dari pihak luar.
j.
Model Networked
Model networked atau jejaring
melihat kurikulum menggunakan prisma. Menciptakan dimensi dan pengarahan ganda
terhadap fokus, dengan menggunakan berbagai cara eksplorasi dan eksplanasi.
C. MODEL WEBBED
1. Pengertian Model Webbed
Seperti yang
telah sedikit dibahas di atas. Salah satu model pembelajaran menurut Fogarty
yaitu model webbed. Permendiknas
Nomor 22 Tahun 2006 secara tegas mengatakan pembelajaran pada Kelas I s.d.
III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada Kelas IV s.d.
VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran. Penerapan untuk kelas rendah
(1, 2, dan 3) Sekolah Dasar dilakukan dengan pendekatan tematik webbed
jaring labang-laba. Kelas atas (4, 5, dan 6) dengan pendekatan integrated
atau terpadu beberapa mata pelajaran.
Menurut
Trianto dalam bukunya Model Pembelajaran Terpadu dalam teori dan Praktek menyatakan bahwa pembelajaran Model webbed
(Model Jaring Laba-laba) adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan
pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan
tema tertentu. Tema bisa ditetapkan dengan negoisasi dengan siswa, tetapi dapat
pula dengan cara diskusi sesama guru. Setelah
tema tersebut disepakati, dikembangkan sub-sub temanya dengan memerhatikan
kaitannya dengan bidang-bidang studi. Dari sub-sub tema ini dikembangkan
aktifitas belajar yang harus dilakukan siswa.
Jadi model webbed atau jaring
laba- laba terimplementasi melalui pendekatan tematik sebagai pemandu bahan dan
kegiatan pembelajaran. Pendekatan ini adalah model pembelajaran yang digunakan
untuk mengajarkan tema tertentu yang cenderung dapat disampailan melalui
beberapa bidang study lain. Dalam hubungan ini, tema dapat mengikat kegiatan
pembelajaran, baik dalam mata pelajaran maupun lintas mata pelajaran.
2. Gambaran Model Webbed
Model webbed ini menekankan pada penerapan
konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu
guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang berkesan agar
belajar siswa lebih bermakna. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan
unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Selain itu
dengan penerapan pembelajaran terpadu model webbed
yang menggunakan pendekatan tematik
disekolah dasar, akan sangat membantu siswa, karena sesuai dengan tahap
perkembangan siswa yang masih melihat segala sesuatu dengan satu
kesatuan(holistic).

3. Karakteristik Model Webbed
a. Berpusat
pada siswa
Pendekatan ini lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar,
sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu dengan memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakuakan aktivitas
belajar.
b. Memberi
pengalaman langsung
Dengan pengalaman langsung, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata/konkrit sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
c. Pemisahan
mata pelajaran yang tidak begitu jelas
Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat
berkaitan dengan kehidupan siswa.
d. Menyajikan
konsep dari berbagai mata pelajaran
Menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses
pembelajaran. Dengan demikian siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut
secara utuh. Hal ini deperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah
yang dihadapi sehari-hari.
e. Bersifat
Fleksibel
Guru dapat mengkaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata
pelajaran lain, bahkan mengkaitkan mata pelajaran dengan kehidupan siswa dan
keadaan lingkungan sekolah dimana meraka berada.
f. Hasil
pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat siswa.
g. Menggunakan
prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan.
4. Kelebihan Model Webbed
Kelebihan
dari model jaring laba-laba (webbed),
meliputi:
a.
Penyeleksian tema sesuai
dengan minat akan memotivasi anak untuk belajar;
b.
Lebih mudah dilakukan oleh
guru yang bbelum berpengalaman;
c.
Memudahkan perencanaan kerja
tim untuk mengembangkan tema kesemua bidang isi pelajaran;
d.
Pendekatan tematik dapat
memotivasi siswa;
e.
Memberikan kemudahan bagi anak
didik dalam kegiatan-kegiatan dan ide-ide berbeda yang terkait.
b.
Keuntungan pendekatan jaring
laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil
bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa
juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat
siswa.
5. Kekurangan Model Webbed
Selain kelebihan yang dimiliki, model webbed juga memiliki beberapa kekurangan
antara lain:
a.
Sulit dalam menyeleksi tema;
b.
Cenderung untuk merumuskan
tema yang dangkal sehingga hal ini hanya berguna secara artifisial dalam
perencanaan kurikulum, sehingga kurang bermanfaat bagi siswa;
c.
Dalam pembelajaran, guru lebih
memusatkan perhatian pada kegiatan daripada pengembangan konsep;
d.
Memerlukan keseimbangan antara
kegiatan dan pengembangan materi pelajaran.
6. Langkah Membuat Rancangan Model Webbed
Dengan
penerapan pembelajaran terpadu model webbed
yang menggunakan pendekatan tematik disekolah dasar akan sangat membantu siswa,
karena sesuai dengan tahap perkembangan siswa yang masih melihat segala sesuatu
sebagai satu kesatuan (holistik).
Langkah
untuk membuat rancangan pembelajaran terpadu dengan model jaring laba-laba
yaitu:
a.
Mempelajari kompetensi dasar,
hasil belajar dan indikator setiap bidang pengembangan untuk masing-masing
kelompok usia.
b.
Mengidentifikasi tema dan
subtema dan memetakannya dalam jaring tema.
c.
Mengidentifikasi indikator
pada setiap kompetensi bidang pengembangan melalui tema dan subtema.
d.
Menentukan kegiatan pada
setiap bidang pengembangan dengan mengacu pada indikator yang akan dicapai dan
subtema yang dipilih.
e.
Menyusun Rencana Kegiatan
Mingguan.
f.
Menyusun Rencana Kegiatan Harian.
7. Penerapan Model Webbed
Pembelajaran
terpadu menggunakan model webbed
dimulai dengan menentukan tema. Sebagai contoh tema yang sudah ditentukan
bersama adalah “Keluarga”. Dari tema ini dikembangkan dan dipadukan menjadi
sub-sub tema yang ada pada beberapa mata pelajaran, misalnya :
a.
IPA
Standar Kompetensi : mengenal bebagai benda langit dan peristiwa alam
(cuaca dan musim) serta pengaruhnya terhadap kegiatan manusia.
Siswa diajarkan tentang macam-macam benda langit dan peristiwa alam yang
terjadi di sekitar. Dari peristiwa alam tersebut siswa diharapkan dapat menjaga
kebersihan rumah.
b.
IPS
Standar Kompetensi :
mendeskripsikan lingkugan rumah
Siswa diajarkan untuk
mendeskripsikan lingkungan rumahnya masing-masing.
c.
Matematika
Standar Kompetensi : mengenal
bangun datar
Siswa diajarkan tentang
bentuk-bentuk bangun datar misalnya, misalnya pintu rumah berbentuk persegi
panjang, jendela berbentuk persegi,
d.
Pkn
Standar Kompetensi : menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah
Siswa diajarkan tentang mengikuti tata tertib di rumah. Bekerja sama dengan
anggota keluarga yang lain dengan baik.
e.
Bahasa Indonesia
Standar Kompetensi : memahami teks pendek dengan membaca nyaring.
Siswa membaca teks tentang kehidupan keluarga yang harmonis.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembelajaran terpadu
merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan
beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran yang
pelaksanaannya dilakukan secara terpadu, misalnya mata pelajaran Matematika,
Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PKN dipadukan menjadi satu sehingga tercipta satu
pokok pembelajaran atau tema. Maka dari itu, dengan adanya metode
ini, siswa akan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan secara utuh sehingga pembelajaran
menjadi bermakna bagi siswa.
Selain itu metode ini
juga memiliki kelemahan – kelemahan yang harus kita perhatikan, antara lain
kecenderungan pemilihan tema yang terlalu dangkal membuat materi yang kita
sampaikan menjadi kurang bermanfaat bagi siswa. Model Webbed ini akan
berguna jika diterapkan pada kelas rendah karena sesuai dengan tahap
perkembangan siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu kesatuan
(holistic).
B.
Saran
Sebagai
manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sehingga penulis
hanya mengharapkan kritikan dan masukan yang membangun dari semua pihak,
termasuk dari pembaca guna memperbaiki dan menyempurnakan tulisan dan
pengetahuan penulis. Penulis yakin bahwa makalah ini masih sangat jauh dari
standar sebuah karya ilmiah. Bahkan sebuah kebahagiaan besar jika ada pihak
yang berusaha meneliti kembali paling tidak memeriksa referensi yang digunakan-
makalah ini sehingga hasil penelitian tersebut dapat lebih valid.
DAFTAR PUSTAKA
Fogarty, Robin. 1991. The Mindful School How To Integrate The Curricula. Palatine: IRI/
Skylight Publishing, Inc.
Luvita, Ria. 2012. Model Pembelajaran
Webbed pada http://duwaghewow.blogspot.com diunduh pada 20 Maret 2013.
Muda, Harli Trisdiono Widyaiswara. Pembelajaran Terpadu Pada Sekolah Dasar pada http://lpmpjogja.org diunduh pada 15 Maret 2013.
Nurmawati, Lilik. Penggunaan Model Webbed Dalam
Pembelajaran Terpadu Untuk Meningkatkan Pemahaman Berbagai Kompetensi Pada Tema
Keluarga Siswa Kelas II SDN Gondowangi III Kecamatan Wagir Kabupaten Malang pada http://library.um.ac.id diunduh pada 15 Maret 2013.
Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Surabaya:
Prestasi Pustaka.

artikelnya bagus, bisa dijadikan referensi bagi calon pendidik (y)
BalasHapusokay..terima kasih :)
Hapusartikelnya bisa dibuat referensi untuk membuat makalah...
BalasHapusThank u atas postingannya,sgat membantu. .
BalasHapusbagus artikelnya.....
BalasHapusartikel nya sudah jelas , mudah dipahami
BalasHapussangat membantu artikelnya..
BalasHapusArtikelnya sangat berguna bagi para pendidik untuk melaksanakan pembelajaran.... makasih ya udah dishare.
BalasHapusMenarik banget hasil karya tulisnya
BalasHapusPas bgt bwat dijadikan reverensi
Terus di tingkatkan lagi ea sobat berkaryanya
webbed model is very interesting and enjoyable
BalasHapusthanks you kawaaan:-D bwt coment kalian
BalasHapusArtikelnya sangat mmbantu, bisa djadikan referensi
BalasHapusbagus sekali artikelnya teman..
BalasHapus